MAKALAH
INDONESIA
DALAM PERSIMPANGAN DUA IDEOLOGI DUNIA LIBERALISME DAN SOSIALISME

DISUSUN
OLEH
MUHAMMAD
HAMIDI
2012210035
FAKULTAS
ILMU SOSIAL DAN POLITIK
PROGRAM
STUDY ADM NEGARA
UNIVERSITAS
TRIBHUANA TUNGGADEWI
MALANG
2013
KATA
PENGANTAR
Alhamdulillah
puji syukur penulis panjatkan kehadirat allah SWT,yang atas rahmat –NYA maka
penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Indonesia dalam persimpangan dua ideologgi
besar dunia” penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata
kuliah satu semester pengantar ilmu politik dan sistim politik Indonesia di
universitas tribuana tungga dewi malang dalam rangka menunjang kelancaran
belajar mengajar diperkuliahan.
Dalam
penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik
pada teknis penulisan maupun materi,mengengat akan kemampuan yang dimiliki
penulis,untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan
demi kesempurnaan makalah ini.
Semuga
materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi semua pihak
yang membutuhkan,khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang diharapkan dapat
tercapai,Aamiin.
Malang,11
januari 2013
Muhammad Hamidi
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR……………………………………………………………….i
DAFTAR
ISI………………………………………………………………………...ii
BAB
I PENDAHULUAN…………………………………………………..………1
1.1
Latar Belakang……………………………………………………….1
1.2
Rumusan Masalah……………………………………………………1
1.3
Tujuan Penulisan……………………………………………………..1
BAB
II PEMBAHASAN…………………………………………………..……….2
2.1 Pengertian
Ideologi,liberalism dan sosialisme…………………...…..2
2.2 Korelasi
Ideology,Liberalism Dan Sosialisme……………………….5
. 2.3 Sistim
Politik Indonesia……………………………………………...6
2.4 Ideologi
Pancasila……………………………………………………9
BAB
III PENUTUP…………………………………………………………...……11
3.1 Kesimpulan………………………………………………………….11
3.2 Saran………………………………………………………………...11
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………..….12
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia adalah
Negara besar yang mempunyai yang memiliki ideologi yang mencakup segala aspek
kehidupan yang memiliki prinsip bineka tunngga ika.yang tidak memandang suatu
perbedaan,seperti halnya liberalism dan sosialismeyang berada dinegara
Indonesia tidak menjadi factor penghambat terhadap keberagaman penduduk karna liberalisme berada dalam ideologi besar bangsa Indonesia yang mempunyai
lima (5) sila yang terangkum dalam pancasila.
Liberalisme dan
sosialisme adalah suatu ideologi besar dunia yang berhasil masuk ke Indonesia
yang memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan bangsa Indonesia. Dengan
sistem politik yang
ada di Indonesia saat ini yang menganut sistim politik demokrasi tidak menjadi problema.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana korelasi
liberalisme dan sosialisme………………....?
2. Apa sistim politik Indonesia……………………………………?
3. Bagaimana ideologi
pancasila di Indonesia………………….…?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dari
penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas pengantar ilmu politik dan
sistim politik Indonesia,namun secara general tujuannya adalah untuk memberikan
sumbangsih ilmu pengetahuan tentang
ideologi besar dunia yang masuk ke Indonesia yaitu liberalism dan sosialisme.Oleh
karena itu dengan adanya makalah ini saya selaku penulis berharap makalah ini
setidaknya mampu memberikan pengetahuan apa yang telah tersebut diatas.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN
IDEOLOGI, LIBERALISME DAN SOSIALISME
A.
Ideologi
Istilah ideologi
berasal dari kata “idea” yang berarti
‘gagasan,konsep,pengertian dasar,cita-cita dan “logos” yang berarti ‘ilmu’,kata
‘idea’ berasal dari bahasa yunani ‘eidos’ yang artinya ‘bentuk’
disamping itu ada kata ‘idean’ yang
artinya ‘melihat’.maka secara
harafiah ideologi berarti ilmu
pengertian-pengertian dasar yang dalam pengertian sehari-hari ‘idea” disamakan artinya dengan ‘cita-cita. Cita-cita yang dimaksud
adalah cita-cita yang bersifat tetap yang harus dicapai,sehingga cita-cita yang
bersifat tetap itu sekaligus merupakan dasar,pandangan atau paham, memang pada
hakikatnya,antara dasar dan cita-cita itu sebenarnya dapat merupakan satu kesatuan dasar ditetapkan karena atas suatu landasan,asas atau dasar yang telah ditetapkan
pula,dengan demikian ideologi mencakup pengertian tentang idea-idea, pengertian
dasar,gagasan dan Negara Indonesia.
Dalam
“kamus ilmiah popular” ideologi adalah dipakai untuk menunjukkan kelompok
ide-ide yang teratur menangani
bermacam-macam masalah politik,ekonomi dan social; asas haluan;
pandangan hidup suatu Negara.
Indonesia yang
memilik ideologi yang sakti yang
mempunyai julukan pancasila. Sebagai
suatu ideologi bangsa dan Negara Indonesia maka pancasila pada
hakikatnya bukan hanya merupakan suatu
hasil perenungan atau pemikiran seorang
atau kelompok orang sebagaimana ideologi-ideologi lain didunia,namun pancasila diangkat
dari nilai istiadat,nilai-nilai kebudayaan serta nilai-nilai religious yang
terdapat dalam pandangan hidup
masyarakat Indonesia sebelum membentuk Negara,dengan lain perkataan
unsur-unsur yang merupakan materi (bahan) pancasila tidak lain diangkat dari
pandangan hidup masyarakat Indonesia itu sendiri, sehingga bangsa ini merupakan
kuasa materialis (asal bahan ) pancasila.
Unsu-unsur
pancasila tersebut diangkat dan dirumuskan oleh pendiri Negara, sehingga
pancasila berkedudukan sebagai ideologi
bangsa dan Negara Indonesia. Dengan
demikian pancasila sebagai ideologi bangsa dan Negara inonesia berakar pada pandangan hidup dan budaya bangsa, dan
bukannya mengangkat atau mengambil dari bangsa lain. Selain itu pancasila bukan
hanya merupakan ide-ide atau perenungan dari seseorang saja, yang hanya
memperjuangkan satu kelompok atau golongan tertentu, melainkan pancasila berasal dari
nilai-nilai yang dimiliki oleh bangsa sehingga pancasila pada hakikatnya untuk
seluruh lapisan serta unsur-unsur bangsa secara komprehensif (luas). Oleh karna
cirri khas pancasila itu maka memiliki
kesesuaian dengan bangsa Liberalisme
B.
Liberalisme
Liberalisme adalah ideologi yang
didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai polittik yang utama. Inti
sari dari liberalisme adalah individualisme,
rasionalisme, kebebasan, keadilan dan toleransi. Liberal percaya bahwa manusia adalah yang
pertama dan utama, individual, membantu dengan alasan, menguatakan bahwa setiap
individu akan menikmati kemungkinan kebebasan
maksimal yang tetap dengan merdeka. Walaupun individu dilahirkan
sederajat dalam arti moral yang sama,
dan harus menikmati kesempatan yang sama, tetapi mereka harus di beri
penghargaan sesuai dengan potensi atau kemampuan bekerja.
Dlam kamus ilmiah populer liberalisme adalah paham yang menekankan kebebasan individu atau partikelir, filsafat
sosial atau politik dan ekonomi yang menekankan atau mengutamakan kebebasan individu untuk mengadakan perjanjian, produksi,
konsumsi, tukar menukar dan bersaing, serta hak milik partikellir (swasta) terhadap semua macam
barang .
Liberalisme menjadi ideologi yang
kuat pada kebudayaan Barat. Beberapa potret, liberalisme sebagai ideologi pada
industrialisasi barat dan diidentifikasikan dengan masyarakat Barat secara
umum. Liberalisme mencerminkan aspirasi dari datangnya tingkat industri menengah dan bentuk pertama liberalisme adalah doktrin politik.
Liberalisme menyerang absolutisme dan hak istimewa kaum feodal (penguasaan
wilayah), termasuk membela konstitusi dan akhirnya mendatangkan pemerintahan.sekitar
abad 19, liberalisme kuno dalam bentuk liberalisme ekonomi menyanjung kebaikan dari kapitalisme dan menghapus segala bentuk intervensi negara. sekitar abad 19 bentuk dari
liberalisme sosial dimunculkan sebagai ciri khas dari liberalisme kontemporer yang menguntungkan pada kesejahteraan dan
ekonomi. Hal-hal yang menarik dari
liberalisme adalah komitmennya pada kebebasasn individual, dan seimbang dengan
perbedaan. Liberalisme tidak hanya ideologi tetepi liberalisme bekerja keras
untuk mencapai kondisi dimana orang dan kelompok dapat mendapat kehidupan yang tentram.
C. Sosialisme
Sosialisme adalah hubungan antara
individu dengan individu lainnya (kelompok) yg disebabkan oleh liberalisme .
sosialisme berasal dari kata latin “socius”
yang berati “teman” atau “kawan” sosialisme memandang manusia sebagai mahluk
social atau seebagai sesame yang hidup dengan sesame lainya .masyarakat yg
diatur oleh sosialisme mempunyai rasa soliditas yg tinggi
Dalam “kamus ilmiah popular” sosialisme adalah
teori politik dan ekonomi yang menganjurkan hak milik umum serta menejemen alat-alat pokok
untuk produksi,distribusi dan pertukaran dagang,terdapat bermacam-macam corak
sosialisme.
Sosialisme dibedakan
menjadi dua (2) lagi yaitu :
1) Sosialisme komunistis
Sosialime
komunistis atau komunisme menolak milik individu menurut mereka harus menjadi
milik bersama atau milik kolektif tetapi
sebagaimana telah diketahui karl marx menolak segala bentuk milik individu karl marx beserta pengikutnya membedakan antara
pemilikan barang konsumsi dan pemilikan barang sarana produksi , komunisme
tidak keberatan dalam pemilikan secara
individu di barang- barang konsumsi .
2) Sosialisme demokratis
Sosialisme
demokratis juga menempatkan masyarakat diatas individu tetapi berbeda dengan
komunisme mereka tidak bersedia mengorbankan sistem pemerintahan yang
demokratis yang mereka anggap sebagai sebuah perolehan kontemporer anyg sangat berharga oleh krena itu mereka
ingin mewujudkan cita - cita sosialis melalui jalan demokratis , kalk marx dan engels pernah mengatakan kaum buruh
sedunia bersatulah maka dengan itu mereka terjun ke dunia politik dengan
mendirikan partai sosialis yang tulang punggungnya serikat buruh
Pada
sekitar abad 16 sampai saat ini, paham-paham liberalisme dan sosialisme telah
bersaing untuk menjadi yang paling unggul dan menguncang dunia dalam menjalankan perekonomian negara dan masyarakat
umum . Persaingan tesebut diwarnai dengan sengketa dan peperangan.
2.2 Korelasi Ideologi,Liberalisme
Dan Sosialisme.
koreelasi
liberalisme dan sosialisme keduanya merupakan ideologi besar dunia yang saling
bersaing antara satu dengan yang lain, utuk memberikan yang terbaik pada setiap bangsa yang menganut pahamnya,tetapi setiap paham mempunyai kelebihan dan kekurangaanya masing-masing sehingga saling
menyempurnakan antara satu paham dengan paham yang lainnya yang telah ada. sehingga paham-pahan tersebut telah bersaing
selama atau sudah 400 tahun lamanya,
baik persaingan yang bersifat positif (kebaikan) ataupun negatif (peperangan
dll)
Dalam satu pemahaman ideologi liberalisme dan sosialisme adalah dua
ideologi yang saling melengkapi antara
satu dengan yang lainnya sehingga yang menganut paham tersebut (manusia) ingin
tentram. Manusia ingin hidup damai. Manusia ingin hidup tanpa keterbatasan.
Suatu hal yang meng virus di file otak
manusia dari awal diciptakan hingga saat ini.
Liberalisme dan sosialisme adalah
suatu hasil keinginan manusia yang dari dulu membuat suatu sistim di mana manusia ingin bisa hidup "tentram".yang keduanya suatu paham yang sama, berawal dari kesadaran
manusia sebagai a zoon science sekaligus individu,sehingga Liberalisme berpandangan
bahwa kesejahteraan individu akan menciptakan suatu kesejahteraan kelompok. Dan
di sisi yang lain sosialisme berpandangan mengutamakan kesejahteraan sosial
maka kesejahteraan individu secara
otomatis mendapatkan kesejahteraan tersebut. Keduanya adalah dua aham yang
mempunyai korelasi .
2.3
SISTIM POLITIK INDONESIA
Indonensia
adalah negara salah satu yang mengguakan sistem politik demokrasi, dalam
peranan negara dan masyarakat tidak dapat dilepaskan dari telaah tentang
demokrasi dan hal ini karena dua alasan.
Pertama, hampir semua negara di dunia ini telah menjadikan demokrsi sebagai
asasnya yang fundamintal.
Kedua, demokrasi sebagai asas kenegaraan secara esesial telah
memberikan arah bagi peranan masyarakat untuk menyelenggarakan negara sebagai
organisasi tertinggi tetapi ternyata demokrasi itu berjalan dalam jalur yang
berbeda-beda.
Dalam
hubungannya dengan implementasi ke dalam sistem pemerintahan, demokrasi juga
melahirkan sistem yang bermacam-macam seperti: pertama, sistem presidensial yang
menjajarkan antara parlemen dan presiden dengan memberi dua kedudukan kepada
presiden yakni sebagai kepala negara dan kepala pemerntahan. Kedua,
sistem parlementer yang meletakkan pemerinah dipimpin oleh perdana mentri yang
hanya berkedudukan sebagai kepala pemerintah dan bukan kepala negara, sebab
kepala negaranya bisa diduduki oleh raja atau presiden yang hanya sebagai
simbol kedaulatan dan persatuan. Ketiga, sistem referendum yang
meletakkan pemerintah sebagai bagian (badan pekerja) dari parlemen. Di beberapa
negara ada yang menggunakan sistem campuran antara presidensial dn parlementer,
yang dapat dilihat dari sistem ketata negaran di perancis atau indonesia
berdsar pada UUD 1945.
A.
Arti Dan Perkembangan Demokrasi
Secara etimolgis istilh demokrasi berasal dari bahasa
yunani, “demos” berarti rakyat dan “kratos” berarti kekuasaan. Konsep dasar
demokrasi berarti ”rakyat berkuasa” .
ada pula definisi singkat untuk istilh demokrasi yang diartikan sebagai “pemerintah atau kekuasaan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat”,
namun walau demikian penerapan demokrasi diberbagai negara di dunia, memiliki
ciri khas dan spesifikasi masing-masing, yang lazimnya sangat dipengaruhi oleh
ciri khas masyarakat sebagai rakyat dalam suatu negara.
Negara demokrasi adalah negara yang diselenggarakan
berdasarkan kehendak dan kemauan rakyat, atau jika ditinjau dari dari sudut
organisasi, ia berarti suatu pengorganisasian negara yang dilakukan oleh rakyat
sendiri atau asas persetujuan rakyat karena kedaulatan berada ditangan rakyat.
Pengertian Demokrasi Menurut (UUD 1945) bidang politik
dan konstitusional : demokrasi Indonesia
seperti yang dimaksud dalam undang-undang 1945 berarti menegakkan kembali
asas-asas Negara hukum dimana kepastian hukum dirasakan oleh segenap warga
Negara, hak-hak asasi manusia baik dalam aspek kolektif maupun dalam dalam
aspek perseorangan dijamin, dan penyalahgunaan kekuasaan dapat dihindarkan
secarsa institusional,dalam rangka ini perlu diusahakan ini perlu diusahakan
supay lembaga-lembaga dan tata kerja orde baru dilepaskan dari ikatan pribadi
dan lebih di perlembagakan.
B.
Perkembangan
Demokrasi Indonesia.
Dalam sejarah negara republik indonesia yang telah lebih dari
setengah abad, perkembangan demokrasi telah mengalami pasang surut, masalah
pokok yang dihadapi oleh bangsa indonesia ialah bagaimana meningkatkan kehidupan ekonomi dan membangun kehidupan
sosial dan politik dengan kepemimpinan yang cukup kuat untuk melaksanakn pembangunan konomi serta character and
nation building, dengan partisipasi rakyat, sekaligus menghindarkan timbulnya
diktator perorangan, partai ataupun militer.
Perkembangn demokrasi indonesia dapat dibagi menjadi
empat periode :
1. Periode 1945-1959, masa demokrasi parlementer yang
menonjolkan peranan parlemen serta partai-partai.pada masa ini, kelemahan
demokrasi parlementer memberi peluang untuk dominasi partai-partai politik
dan DPR, akibatnya persatuan yang digalang selama perjuangan melawan musuh bersama menjadi
kendor dan tidak dapat dibina menjadi
kekuatan konstruktif sesudah kemerdekan.
2. Periode 1959-1965 masa demokrasi terpimpin yang dalam bnyak aspek telah menyimpang dari
demokrasi konstitusional dan lebih menampilkn beberapa aspek dari demokrasi rakyat. Masa ini di tandai dengan dominasi presiden, terbatasnya peran partai politik, perkembangan pengaruh komunis dan ABRI sebagai unsur sosial politik,
semakin meluas.
3. Periode 1966-1998, masa demokrasi pancasila era orde baru yang merupakn demokrasi konstitusional yang
menonjolkan sistem presidensial. Landasan formal priode ini adalah pancasila,
UUD 1945 dan ketetapan MPRS/MPR dalam rangka untuk meluruskan kembali penyelewengan
terhadap UUD 1945 yang terjadi dimasa
demokrasi terpimpin. Namun dalam perkembangannya peran presiden semakin dominan
terhadap lembaga-lembaga negara yang lain. Melihat praktek demokrasi masa ini,
nama pancasila hanya digunkan sebagai legitimsi politis penguasa saat itu sebab kenyataannya yang dilaksanakan tidak
sesuai dengan nilai-nilai pancasila.
4. Periode 1999- sekarang, masa demokrasi pancasila era
reformsi dengan berakar pada kekuatan multi partai yang berusha mengembalikan perimbangan kekuatan antar lembaga negara, antara eksekutif, legisltif dan yudikatif. Pada masa
ini peran partai politik kembali menonjol, sehingga iklim demokrasi memperoleh
nafas baru, jikalau esensi demokrasi adalah kekuasaan di tangan rakyat maka
praktek demokrasi tatkala pemilu memang demikian, namun dalam pelaksanaannya
setelah pemilu banyak banyak kebijkan tidak banyak mendasarakan kepada
kepentingan rakyat, melainkanlebih kearah pembagian kekuasaan antara presiden
dan partai politikdalam DPR, dengan lain perkataan model demokrasi era
reformasi dewasa ini, kurang mendasar pada keadilan social bagi seluruh rakyat
Indonesia.
C.
Bentuk-Bentuk Demokrasi
Menurut “torres” demokrasi dapat dilihat dari dua aspek yaitu. Pertama, formal democracy. Kedua, substantive
democracy, yaitu menunjuk pada bagaimana proses demokrasi itu
dilakukan. (winata putra,2006). formal democracy menunjuk kepada
demokrasi dalam arti sistem pemerintahan, hal ini dapat dilihat dalam berbagai negara, dalam suatu negara misalnya dapat diterapkan
demokrasi dengan menerapkan sistem pemerinthan presidensial dan sistem
pemrintahn parlementer.
Selain bentuk dari
demokrasi sebagaimana dipahami di atas terdapat beberapa sistem demokrasi yang mndasarkan
pada prinsip filosofi negara:
1. demokrasi perwakilan liberal.
Prinsip demokrasi ini didasarkan pada suatu filsafat
kenegaraan bahwa manusia adalah sebagai makhluk individu yang bebas, oleh
karena itu dalam sistem demokrasi ini kebebasan individu sebagai dasar
fundamintal dalam pelaksanaan demokrasinya.
2. demokrasi satu partai dan komunisme.
Demokrasi satu partai ini lazimnya dilaksanakan di negara-negara
komunis seperti, rusia,
china, fietnam, dan lainnya.
Kebebasan formal brdasarkan demokrasi liberal akan akan menghaslkan kesenjangan
kelas yang semakin lebar dalam masyarakat dan akhirnya kpitlisme yang menguasai
negara. lapisan, golongan, kelompok dan
seluruh elemen bangsa dalam mewujudkan
cita-cita bersama dalam suatu kehidupan bangsa dan bernegara (yusril
ihza mahendra,1999).oleh karna itu ideology pancasila bukan nya untuk
memperjuangkankelas tertentu atau golongan tertentu. Ideology
pancasila secara ontologism berprinsip monologis berprinsip monopluralis
atau majemuk tunggal yang bersumber pada
hakikat manusia yang baik sebagai
individu dan makhluk social.
Berdasarkan konsep tersebut maka menurut pancasila Negara
padahakikatnya merupakan satu kesatuan integral (terpadu) dari dari
unsure-unsur yang menyusunnya. Negara mengatasi semua golongan, bagian-bagian
yang membentuk Negara, Negara tidak berhak pada suatu golongan tertentu betapapun golongan itu paling besar. Negara
dan bangsa adalah untuk semua unsur yang membentuk kesatuan tersebut.
Dalam kehidupan kermsyarakatan dan Negara ideology
pancasila tidak mengenal dikotomi masyarakat dan Negara, Negara adalah
merupakan mayarakat hukum yang merupakan
kesatuan organis sehingga setiap
anggota, bagian, lapisan, ke;lompok, maupun golongan yang ada yang membentuk
Negara, atau dengan yang lainnya saling berhubungan erat merupakan suatu
kesatuan hidup. Eksistensi setiap unsur hanya berarti dalam hubungannya dengan
keseluruhan. setiap bagian dalam Negara ini memiliki tempat, kedudukan dan
fungsi masing-masing yang harus diakui,dijamin, dihargai dan dihormati. Faham
ini beranggapan bahwa setiap unsure merasa berkewajiban akan terciptanya
keselamatan,kesejahteraan dan kebahagian bersama. Hal inilah yang dilukiskan dalam suatu slogan Bhineka
tunggal ika.
2.4 Ideologi Pancasila
Pancasila pada hakikatnya merupakan satu kesepakatan
filosofis dan kesepakatan politis dari segenab elemen
bangsa Indonesia dalam mendirkan sebuah
Negara. Dapat juga di istilahkan bahwa pancasila pada hakikatnya merupakan satu
kontrak social seluruh elemen bangsa dalam mendirikan suatu Negara. Kuasa
finalis atau tujuan pokok dirumuskannya pancasila sebagai dasar filsafat
Negara, sehingga konsekwensinya seluruh aspek dalam penyelenggarakan
Negara berasaskan system nilai yang terkandung dalam pancasila.
Proses terjadinya pancasila berbeda
dengan ideology besar lainnya seperti
liberalism, sosialisme, komonisme dll, pancasila digali oleh para pendri Negara
dengan melalui pengamatan, pembahasan dan konsensus yang cermat nilai-nilai pancasila yang
bersumber dari budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri di
suplimasikan menjadi suatu prinsip hidup
kenegaraan kebangsaan dan kenegaraan bagi bangsa Indonesia. Berdasarkan proses
kausalitas perumusan dan pembahasan
pancasila tersebut maka sumber materi
yang merupakan nilai-nilai cultural dan religious,pada hakikatnya dari bangsa
Indonesia sendiri. Dengan lain perkataan bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan
kausa materialis bagi pancasila.oleh karna itu terdapat kesesuaian secara korespondensi. Antara bangsa Indonesia
denga pancasila sebagai sebagai suatu system nilai.
Berdasarkan proses kuasalitas
sebagai suatu kuasa materialis nilai pancasila telah dimiliki oleh bangsa
Indonesia. Oleh karna itu pancasila pada walnya
pancasila adalah suatu pandangan hidup masyarakat, kemudian kondisi
bangsa Indonesia yang dijajah berjuang
untuk mewujudkan jati dirinya dan terformulasi dalam suatu prinsip nilai yang
konsisten dan komprehensif yaitu nilai-nilai pancasila, akhirnya atas dasar
proses kausalitas tersebut maka
pancasila telah diakui
kebenarannya dan kesesuaiannya dengan
bangsa Indonesia sehingga akhirnya pancasila ditentukan sebagai dsar filsafat
dan ideology bangsa dan Negara Indonesia
Berbeda dengan ideology-ideologi
lainnya maka pancasila pada hakikatnya merupakan suatu ideology yang bersifat
komprehensif, artinya ideology pancasila bukan untuk dasar perjuangan kelas
tertentu, golongan tertentu atau atau kelompok primodial tertentu. Pancasila
pada hakikatnya merupakan suatu ideology bagi seluruh.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Ideologi
adalah suatu ide-ide pengertian dasar gagasan dan pandangan hidup suatu negara.
Indonesia adalah salah stu negara yang mempunyai ideologi yaitu pancasila yang
merupakan suatu hasil perenungan yang diangkat dari nilai-nilai kebudayaan
serta nilai-nilai religious.
Yang semakin lama banyak ideologi-ideologi dunia seperti liberlisme dan sosialisme
yang masuk keindonesia , yang mana liberalisme adalah paham yang
menekankan kebebasan individu atau partekelir, sedangkan sosialisme adalah
relasi antara individu dengan individu
lainnya (kelompok) yang di akibatkan oleh liberalisme. Tapi tidak dapat di
elakan lagi keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing sehingga
saling melengkapi dan mempunyai relasi satu sama lain.
Dengan sistem politik indonsia yang
menganut demokrasi dan di topang oleh ideologi pancasila tidak menjadi masalah
besar bagi bangsa indonesia dengan masuknya dua (2) ideologi besar dunia
seperti liberalisme dan soialisme. Ideologi pancasila yang dimiliki indonesia pada hakikatnya suatu
kesepakatan filosofis dan kesepakatan politik dari segenap elemen bangsa
indonesia dalam mendirikan negara indonesia, yang kmudian ideologi pancasila di
katakan ideologi sakti yang dapat mnyatukan sekian banyak pulau-pulau, suku-suku dan beribu-ribu macam
bahasa yang kemudian menjadi tanah air satu dan berbahasa
satu yaitu indonesia, sehingga pancasila menjadi ideologi sakti yang di slogankan dengan “bhinneka
tunggal ika”.
3.2 Saran
di
dalam makalah ini perlu kiranya kita kaji lebih luas lagi, sangat tidak cukup
kalau hanya mencukupkan dalam makalah yang jauh dari kesempurnaan ini dan perlu
diadakan shering bersama untuk menambah pengetauan yang lebih luas. dan juga mengharapkan
saran dari semua pihak untuk kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR
PUSTAKA
1.
Zubaidi. H. Achmad. 2007. Pendidikan
Kewarganegaraan.Paradigma Yogyakarta.
2.
Partanto Pius A. 2001. Kamus Ilmiah
Popular. Arkola Surabaya.
3. Budiajo,Miriam.2008.Dasar-dasar Ilmu Politik-edisi revisi.Jakarta.PT.Gramedia Pustaka Utama.